RANGKUMAN SBK BAB 4

R. A. Gabriella Raditha Hidayat
9D/27

Lagu Populer dalam Sajian Vokal Grup
A. Konsep Menyanyikan Lagu Secara Vokal Grup
Menyanyi lagu secara vokal grup dituntut untuk kreatif dalam memberikan variasi vokal yang menambah manis komposisi lagunya. Untuk dapat mengenal tentang vokal grup ada baiknya kita memperhatikan hal-hal berikut:

1. Ciri-ciri Vokal Grup
•> vokal grup terdiri dari beberapa penyanyi biasa terdiri dari 3 sampai 10 orang 
•>Aransemen vokalnya bebas dan dalam membawakan lagu sebuah vokal grup misalnya dengan memberikan gerakan yang sesuai untuk menunjang makna lagu 
•> Menggunakan improvisasi yang dominan 
•> Vokal grup dapat diiringi musik atau tidak diiringi musik yang disebut dengan acapella

2. Aransemen Vokal
Sajian vokal grup yang langsung menyita perhatian adalah adanya aransemen lagu yang tentunya akan berbeda dari melodi aslinya. Aransemen lagu itu dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. 

•> Mencari melodi utama atau pokok dari lagu yang telah dipilih sumbernya dapat diambil dari format MP3, CD atau partitur lagu 

•> Mencari akor atau harmoni, akor dapat ditemukan dengan bantuan alat musik seperti piano atau gitar 

•> Memecah suara. Untuk dapat memutar suara diperlukan sedikit pengetahuan tentang akor misalnya lagu dalam tanda nada do = c susunan sosialisasinya adalah sebagai berikut
Akor yang digunakan dalam lagu Do=C berasal dari rangkaian nada di atas, setiap notasi akan menjadi not 1 dan untuk Not 3 dan 5 dihitung secara berurutan, dan jika dijabarkan sesuai dengan rumusan 135 maka susunan nada pada akornya sebagai berikut
Setelah itu dapat dilakukan memecah suara dengan acuan nada-nada yang harmoni sesuai akornya. 

•> Memberi nada untuk setiap suara tahap ini merupakan tahap kelanjutan dari tahap sebelumnya, yaitu memberikan not pada setiap suara. Misalnya dalam vokal grup akan dibagi menjadi tiga suara maka nada sudah tersedia berdasarkan akor yang dapat dilihat dari tabel di atas. 
Sebagai contoh akan dibuat vokal grup wanita dengan susunan tiga suara yaitu sopran, mezo sopran, dan alto, jika melodi utama lagu ada di sopran 1, maka sopran 2 dan alto tinggal menggunakan nada yang belum digunakan di akor tersebut sesuai dengan ketinggian nadanya. 
Sopran = do (melodi utama)
Mezo sopran = mi
Alto = Sol (sol nada rendah) 

Contoh pembagian suara vocal grup pria adalah tenor, bariton, dan bass
Tenor = do (melodi utama)
Bariton = mi
Bass = Sol (sol nada rendah) 

•> Improvisasi lagu. Tahapan selanjutnya adalah mengemas sajian vokal grup menjadi lebih menarik yaitu dengan membuat variasi nada pada melodi lagu di beberapa bagian saja dengan catatan pengembangan nada atau variasi nadanya harus tetap berjalan di akor yang sama. Variasi lainnya dapat dilakukan dengan menambahkan misalnya intro atau akhir lagu yang menarik hal ini sangat tergantung pada kreativitas anggota vokal grup. 

B. Latihan Mengembangkan Ornamentasi Lagu Populer secara Vokal Grup
Mengubah lagu populer secara vokal grup lebih kepada mengaransemen lagu populer menjadi lebih variatif.
Tahapan mengaransemen sebuah lagu populer hendaknya dipilih lagu yang mempunyai pola melodi utama mudah dipahami bentuknya, kemudian dipilih juga lagu yang dalam satu lagu tersebut hanya menggunakan tanda birama yang sama dari awal hingga akhir. Pola lagu seperti itu akan lebih mudah dikembangkan menjadi konsep sajian vokal grup. 

Marilah mulai mencoba mengubah lagu populer misalnya dipilih lagu pop ke dalam sajian vokal grup dengan langkah-langkah sebagai berikut : 
1. Menentukan lagu pop yang akan diubah atau diaransemen
Tentukan lagu yang memiliki bentuk lagu yang sederhana berdasarkan: 
Pola lagu yang mempunyai dua bentuk misalnya A dan B, A merupakan lambang untuk bait 1 lagu, B sebagai lambang untuk bait 2, apabila ada bait-bait berikut yang memiliki pola berbeda dengan bait 1 dan bait 2 bisa menggunakan lambang C dan seterusnya penggunaan lambang tersebut dalam sebuah rangkaian lirik lagu kedua bentuk ini bisa digunakan secara berurutan atau selang-seling atau berulang-ulang misalnya A B A' B', A A' B B' , atau A A' B A'' A. 

2. Mengaransemen melodi utama menjadi konsep vokal grup
Tahapan selanjutnya adalah mengaransemen atau mengubah lagu populer. Tahapan aransemen atau mengubah ke dalam sajian vokal grup sebagai berikut : 
a) Intro
Intro merupakan melodi awal yang dinyanyikan sebelum masuk ke lagu intinya intro dibuat untuk memberikan kesan yang lebih menarik dan lain dari lagu asmia Into dapat diambil dari penggalan bentuk lagu yang dianggap paling menarik di lagu tersebut atau bisa saja intro ini dibuat sendiri sesuai dengan keinginan arrangernya. Yang penting, melodi masih dibuat sesuai akor lagu intinya.
b) Pembagian tugas untuk variasi perbedaan suara
Pada tahap selanjutnya kita harus membagi tugas bagian-bagian vokalnya untuk memudahkan membagi variasi suaranya. 
Biasanya sebuah kelompok vokal grup terdiri dari lebih dari satu orang dan maksimalnya 10 orang. Pembagian suara bisa ditentukan dari jenis suara setiap anggota rendasiapa yang memiliki wilayah suara lebih tinggi, sedang atau rendah. 
Setelah dibagi tugas vokalnya mulailah merencanakan variasi nada yang harmonis sesuai dengan akor lagu tersebut pada bagian-bagian untuk lagu yang akan dipecah suaranya, pembagian suara yang sederhana bisa dimulai dengan membagi menjadi dua suara. 
c) Improvisasi
Improvisasi tidak diberikan di semua bagian lagu, tetapi hanya beberapa bagian lagu yang memungkinkan untuk diberikan variasi nada biasanya di bagian lagu dengan not panjang. Improvisasi dalam sebuah vokal grup harus dikomunikasikan dan direncanakan agar improvisasi tidak diulang-ulang dan tidak bersamaan antar penyanyi, sehingga tujuan improvisasi yaitu memperindah lagu bisa tercapai dengan tepat. 
d) Akhir lagu
Bagian akhir lagu merupakan ajang kreativitas dari para personil vokal grup atau arranger vokalnya. Pada bagian akhir lagu diharapkan arranger vocal dapat menciptakan akhir lagu yang menarik sehingga pendengar terkesan dengan keseluruhan lagu yang dibawakan dan mendapatkan kesan yang sulit lupakan. Tentunya bagian ending ini memerlukan kreativitas tinggi. Akhir lagu bisa diambil dari salah satu contoh melodi pada bagian lagu yang paling menarik dan memiliki aksentuasi yang tegas atau juga bisa keluar sama sekali dari pola melodi lagu utama, yang penting selalu sesuai dengan akor lagunya. 

Terimakasih

Komentar

Postingan Populer