Seni Patung
R. A. Gabriella Raditha Hidayat
9D/27
TUGAS SENI PATUNG. HALAMAN 27
1. Patung Garuda Wisnu Kencana
Bahan: Campuran tembaga dan baja
Sejarah:
Patung yang berwujud Dewa Wisnu sebagai Dewa Pemelihara dalam agama Hindu yang sedang mengendarai seekor burung Garuda.
Cerita burung Garuda pada saat itu ingin menyelamatkan ibunya dari perbudakan dia membuktikan sebagai kendaraan garuda yang dikendarai wisnu sebagai tebusannya. Dewa Wisnu yang melindungi burung Garuda karena telah menyelamatkan dan berkorban untuk ibunya dari perbudakan. GWK Perwujudan dari Dewa Wisnu yang sedang menaiki burung Garuda.
Nama Garuda Wisnu Kencana dari nama tokoh burung Garuda dan Dewa Wisnu, sedangkan kencana berarti emas karena tahta tempat patung burung Garuda dan Dewa Wisnu berdiri dilapisi emas.
Fungsi :
Merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia dan menjadi ikon atau lambang kebudayaan untuk pariwisata Bali
Deskripsi :
Patung Garuda Wisnu Kencana berlokasi di Bukit Unggasan, Jimbaran, Bali, kompleks Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana dan merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter. Jika pembangunannya selesai, patung ini akan menjadi salah satu patung terbesar di Asia dan akan lebih tinggi daripada Patung Liberty.
2. Patung Ikatan (lambang DPR)
Bahan : Besi berlapis perunggu dan semen beserta konstruksi kayu jati
Sejarah :
Patung ini merupakan perlambang dimensi waktu yang telah ditempuh rakyat Indonesia dari perjalanan masa lalu, masa kini, dan masa mendatang dimensi waktu itu terjalin erat dalam sebuah karya seni patung
Fungsi :
Patung Elemen Estetik merupakan elemen pengukuh dan pemersatu diantara gedung-gedung yang ada dalam komplek MPR/DPR/DPD RI, dari segi filosofis patung ini merupakan pencerminan manusia indonesia yang hakiki.
Deskripsi :
Patung ikatan terletak di depan gedung DPR/MPR Republik Indonesia, Senayan, Jakarta. Merupakan karya dari But Muchtar yang terdiri dari tiga patung yang berdiri sejajar saling beririsan. Berwarna kecoklatan dan kehijauan, rangka patung ini terbuat dari besi yang diselubungi plat tembaga yang diketok dengan palu mengikuti cetakan sehingga membentuk rangkaian modul yang tampak seperti bingkai berpenopang.
3. Patung Dirgantara
Pernah melihat lamgsung : belum
Bahan : patungnya berbahan perunggu, sementara pedestal atau tiang penyangganya berbahan beton
Sejarah :
Asal usul patung pancoran Jakarta ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta.
Patung ini menggambarkan manusia angkasa oleh karena itu memiliki nama asli patung Dirgantara. Filosofi patung ini adalah menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa.
Fungsi :
Dibangun pada era pemerintahan Presiden Soekarno, papar Sadirin, patung ini dibangun untuk menunjukkan kekuatan, kepemimpinan, dan kemegahan Indonesia di udara, di dirgantara.
Deskripsi :
Patung ini dibuat oleh pematung Indonesia, Edhi Sunarso, pada 1964-1965. Berbobot 11 ton, sementara tingginya adalah 11 Meter, dan kaki patung mencapai 27 Meter. Ronde pembangunannya dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan Ir. Sutami sebagai arsitek pelaksana.
4. Patung Tian Tan
Bahan : perunggu dan baja
Sejarah :
Dikenal sebagai "Buddha Besar", adalah sebuah patung perunggu besar Budhha Sakyamuni, yang selesai dibangun pada tahun 1993, dan terletak di Ngong Ping, Pulau Lantau, Hong Kong. Patung ini terletak dekat Biara Po Lin.
Fungsi :
Tangan kanan Buddha dinaikkan melambangkan penghapusan penderitaan, sedangkan tangan kirinya terbuka di pangkuannya dalam sikap kedermawanan. Posisinya yang menghadap ke utara menjadi keunikan tersendiri di antara patung-patung Buddha besar lainnya yang semuanya menghadap ke selatan. Melambangkan hubungan harmonis antara manusia dan alam, masyarakat dan agama. Tempat ini merupakan pusat utama Buddhisme di Hong Kong, dan juga merupakan objek wisata yang populer.
Deskripsi :
Patung ini dinamakan Buddha Tian Tan karena pondasinya merupakan model Altar Surga dari Kuil Langit di Beijing. Merupakan salah satu dari lima patung Buddha besar di Tiongkok, patung ini bersemayam di atas bunga teratai yang berada di puncak altar berplatform tiga. Dikelilingi oleh enam patung perunggu lebih kecil dikenal sebagai "Persembahan dari Enam Dewa" dengan pose mempersembahkan bunga, dupa, lentera, salep, buah, dan musik untuk Sang Buddha. Ini melambangkan Enam Paramita yakni kedermawanan, moralitas, kesabaran, semangat, meditasi, dan kebijaksanaan; sifat-sifat luhur yang diperlukan untuk mencapai pencerahan. Patung ini memiliki ketinggian 34 meter (112 ft), berbobot lebih dari 250 ton metrik, dan dibangun dari 202 potongan perunggu.
5. Patung Pascalis Sadewa
Pernah melihat langsung : belum
Bahan : kayu tembakau
Sejarah :
Menurut kepercayaan nenek moyang suku asmat menampakkan dirinya dalam mimpi. Penampakan dalam mimpi inilah yang dituangkan menjadi tradisi mengukir dan memahat patung kayu yang kita kenal sebagaipatung Asmat.
Fungsi :
Oleh suku asmat patung pascalis sadewa digunakan sebagai pelengkap acara ritual adat suku asmat.
Patung ini digunakan sebagai sarana untuk mengenang kejadian bersejarah ataupun tokoh yang berjasa.
Deskripsi :
Patung asmat adalah salah satu ciri khas wilayah papua. Kesenian mengukir di Asmat merupakan bentuk kepercayaan terhadap arwah nenek moyang. Menurut tradisi, nenek moyang suku Asmat disimbolkan dalam bentuk patung serta ukiran.
6. Patung Merak
Bahan : tanaman
Sejarah : Taman Bunga Nusantara dirintis pada tahun 1992 sampai 1933 dan dibangun pada tahun 1995 taman bunga ini diresmikan oleh Tien Soeharto pada 10 September 1995
Fungsi : Sebagai hiasan di taman nusantara karena hewan adalah hewan yang unik
Deskripsi :
Patung merak merupakan patung yang terbuat dari kerangkeng besi, lalu ditanamkan tanaman untuk membentuk pola burung tersebut. Patung kepala merak dibangun tahun 1995 yang menjadi ikon Taman Bunga Nusantara, Cianjur. Struktur patung hanya berupa kepala merak dengan leher dan badannya. Bagian yang membentuk ekor merak yaitu taman bunga.
TUGAS SENI PATUNG. HALAMAN 29
1. Pantung Santo Fransiskus
Metode : Adiktif
Fungsi : Sebagai lambang sekolah SD dan SMP Xaverius 4 Bandar Lampung, serta untuk mengenang jasa Santo Fransiskus Xaverius
2. Patung Bunda Maria
Metode : Adiktif
Fungsi : Sebagai sarana berdoa (biasanya pada saat bulan Maria atau bulan Rosario) dan untuk hiasan di kantor.
Komentar
Posting Komentar